Bupati Lembata Targetkan Layanan Cuci Darah Hadir 12 Oktober 2026, RSUD Lewoleba Segera Miliki Fasilitas Hemodialisis

Pemkab Lembata Gandeng PT Internusa Jaya Raya, layanan Hemodialisis RSUD Lewoleba ditarget beroperasi pada Oktober 2026. [Foto : Ist]

LIPUTAN TIMOR, LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten Lembata terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Internusa Jaya Raya untuk menghadirkan layanan hemodialisis atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lembata dan PT Internusa Jaya Raya mengenai penyediaan peralatan hemodialisis, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lembata, Kamis (6/8/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq bersama perwakilan PT Internusa Jaya Raya, disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata.

Melalui kerja sama ini, RSUD Lewoleba akan memperoleh dukungan peralatan hemodialisis guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit ginjal dan membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

Selama ini, masyarakat Lembata yang memerlukan layanan hemodialisis umumnya harus menjalani pengobatan ke luar daerah. Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga menguras tenaga pasien maupun keluarga.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, pasien diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal mereka.

Hemodialisis merupakan prosedur medis yang berfungsi menggantikan kerja ginjal yang mengalami gangguan atau gagal ginjal. Proses ini menggunakan mesin dialiser untuk menyaring darah dari limbah, racun, serta kelebihan cairan dan garam yang tidak lagi mampu dibuang secara alami oleh ginjal.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengatakan Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan seluruh persiapan layanan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Ia berharap layanan hemodialisis sudah dapat dioperasikan bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah Kabupaten Lembata pada 12 Oktober 2026.

"Harapan kita, pada Hari Otonomi Daerah Kabupaten Lembata tanggal 12 Oktober nanti, layanan hemodialisis sudah dapat digunakan oleh masyarakat," tegas Petrus Kanisius Tuaq.

Menurutnya, target tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kehadiran layanan hemodialisis di RSUD Lewoleba akan menjadi tonggak penting bagi peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Lembata. 

Selain memperkuat kapasitas rumah sakit, fasilitas ini juga diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi pasien penyakit ginjal agar dapat menjalani terapi secara berkala tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


(Red)

Berikut Sebelumnya