Kapolres Belu Cek Ruang Tahanan, Pastikan 6 Warga Binaan Sehat dan Aman
LIPUTAN TIMOR, ATAMBUA - Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., mengecek kondisi ruang tahanan Polres Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/8/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan rutan sekaligus kondisi kesehatan para warga binaan.
Pengecekan dilakukan sekitar pukul 08.00 WITA, usai pelaksanaan olahraga. Kapolres Belu memeriksa langsung kondisi enam tahanan yang seluruhnya merupakan laki-laki dewasa.
Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres juga memberikan pesan kepada para tahanan agar menjadikan masa menjalani proses hukum sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan tidak kembali melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Selain memastikan kondisi ruang tahanan tetap bersih dan layak, Kapolres Belu memerintahkan Kasi Dokkes untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para tahanan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keenam warga binaan tersebut berada dalam kondisi sehat.
Kapolres Belu kemudian memberikan penekanan kepada anggota jaga tahanan dan seluruh personel piket fungsi agar meningkatkan pengamanan serta pengawasan terhadap rutan dan para tahanan.
Menurut I Gede Eka Putra Astawa, pemeriksaan tahanan harus dilakukan secara rutin untuk mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, termasuk tahanan melarikan diri, mengalami gangguan kesehatan serius, hingga meninggal dunia di dalam ruang tahanan.
Ia mengatakan pengawasan terhadap tahanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), tetapi juga melibatkan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) serta Propam.
“Dalam mengontrol tahanan, di sini bukan saja tanggung jawabnya SPKT, tapi Sat Tahti dan juga Propam harus ikut mengawasi tahanan,” kata I Gede Eka Putra Astawa.
Ia meminta seluruh piket fungsi dan anggota yang bertugas menjaga tahanan untuk setiap hari memeriksa jumlah serta kondisi kesehatan para tahanan.
“Jangan sampai ada yang sakit terus diam saja, tahu-tahu meninggal di tahanan,” tegasnya.
Periksa Kondisi Ruang Tahanan
Selain kondisi tahanan, Kapolres Belu juga meminta personel secara berkala memeriksa kondisi fisik ruang tahanan.
Pemeriksaan meliputi pintu, gembok, jeruji besi, ventilasi, plafon hingga dinding ruang tahanan.
Menurutnya, seluruh bagian tersebut harus dipastikan dalam kondisi aman untuk mencegah celah yang dapat dimanfaatkan tahanan untuk melarikan diri.
“Cek juga kondisi ruang tahanan seperti pintu, gembok, jeruji besi, ventilasi, plafon dan dinding. Ini sangat penting supaya tidak ada kejadian yang bisa mencoreng institusi kita dengan larinya para tahanan tersebut,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan petugas untuk memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung yang hendak membesuk tahanan.
Ia meminta setiap barang yang dibawa masuk diperiksa secara teliti untuk mengantisipasi masuknya benda yang dapat membahayakan keamanan tahanan maupun petugas, termasuk benda tajam, narkotika, dan bahan peledak.
Untuk makanan yang dibawa pengunjung, Kapolres mengingatkan petugas agar menerapkan pemeriksaan sesuai prosedur keamanan sebelum makanan diberikan kepada tahanan.
“Harus betul memeriksa barang bawaan, siapa tahu ada yang bawa benda tajam, narkoba ataupun bahan peledak,” katanya.
Kapolres Belu menegaskan bahwa pengawasan secara menyeluruh merupakan bagian penting dari tugas personel untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga binaan sekaligus mencegah terjadinya insiden di dalam rutan.
Pengecekan tersebut turut didampingi Kabag Logistik, Kasat Samapta, Kasat Tahti, Kasi Propam, Kasi Dokkes, piket Pawas, serta personel piket fungsi.
Langkah pemeriksaan rutin itu juga disebut sebagai bagian dari pelaksanaan arahan Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., terkait peningkatan pengawasan terhadap tahanan di lingkungan kepolisian. (Red)

