Sejak 17 Agustus Tertimpa Angin Kencang, Warga Oemolo Mengaku Belum Terima Bantuan Desa
![]() |
| Nampak Rumah keluarga Kristian Sopaba yang rusak parah akibat diterjang angin, Kamis (17/09/2026). Foto : Ferdi Tanesib |
LIPUTAN TIMOR, KUPANG - Keluarga Kristian Sopaba, warga Desa Oemolo, Dusun II, RW 004, RT 007, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut masih bertahan di rumah sederhana setelah mengalami musibah akibat angin kencang pada 17 Agustus 2026.
Hingga Kamis (17/9/2026), atau sekitar satu bulan setelah kejadian, keluarga tersebut mengaku belum menerima bantuan dari Pemerintah Desa Oemolo.
Rumah yang kini ditempati keluarga Kristian disebut dibangun menggunakan bahan seadanya. Tiang rumah menggunakan kayu, sementara bagian atap memanfaatkan daun lontar.
Kondisi tersebut membuat keluarga harus tetap bertahan di tengah keterbatasan, meski rumah mereka berada dalam kondisi yang dinilai jauh dari layak.
Menurut informasi yang diterima media, tidak ada bantuan dari pemerintah desa yang diterima keluarga tersebut sejak musibah terjadi pada 17 Agustus lalu.
“Kejadian ini sudah sejak 17 Agustus, tetapi sampai sekarang belum ada satu pun pemerintah desa yang datang memberikan bantuan.”
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk keluhan atas kondisi yang dialami keluarga Kristian setelah musibah.
Kondisi keluarga itu kemudian mendapat perhatian dari warga sekitar. Mereka berharap pemerintah desa dapat melihat langsung keadaan keluarga Kristian dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Warga juga berharap pemerintah kecamatan serta instansi terkait dapat turut melakukan peninjauan terhadap kondisi keluarga yang terdampak.
Kehadiran pemerintah, menurut warga, dinilai penting dalam penanganan masyarakat yang mengalami musibah, khususnya ketika kondisi tempat tinggal membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
![]() |
| Tertimpa musibah Pada 17 Agustus 2026, Keluarga Kristian Sopaba di Desa Oemolo, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT berharap bantuan dari Pemerintah. Foto : Ferdi Tanesib |
Belum Ada Keterangan Pemerintah Desa
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Oemolo mengenai kondisi keluarga Kristian Sopaba.
Belum diketahui pula apakah keluarga tersebut telah masuk dalam pendataan warga terdampak, apakah pemerintah desa telah melakukan kunjungan ke lokasi, maupun langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan pascamusibah.
Informasi mengenai hal tersebut masih menunggu penjelasan dari pihak Pemerintah Desa Oemolo.
Masyarakat berharap pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi keluarga Kristian secara langsung serta menentukan bentuk penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Kasus ini juga menjadi perhatian warga karena keluarga tersebut disebut masih harus menempati rumah sederhana sekitar satu bulan setelah musibah angin kencang terjadi. (Ferdi Tanesib)


