Parade Permainan Rakyat di Lembata Meriah, Bupati dan Wabup Turun Langsung Bermain Bersama Warga

LIPUTAN TIMOR, LEMBATA - Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menghadiri sekaligus ikut ambil bagian dalam Parade Permainan Rakyat dan Lomba Olahraga Tradisional bertajuk “Bersama Bermain, Bersama Berdaya” di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) NTT bersama Komunitas Baibereun Lembata dengan Desa Dulitukan sebagai tuan rumah.

Parade ini menghadirkan sejumlah permainan tradisional yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat. 

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda.

Sejumlah cabang yang diperlombakan antara lain lomba hadang untuk jenjang SD dan SMP, pesi karet tingkat SD, tali merdeka tingkat SD, ito atau kasti tradisional tingkat SMP, serta permainan gasing atau kote yang diikuti peserta dari jenjang SD dan SMP.

Kemeriahan semakin terasa ketika Bupati dan Wakil Bupati Lembata bersama sejumlah pejabat daerah berbaur dengan masyarakat dan peserta lomba.

Bunda Literasi Kabupaten Lembata bersama tim mengikuti lomba hadang. Sementara itu, Bupati P. Kanisius Tuaq bersama rombongan turut mencoba permainan gasing atau kote.

Keseruan juga terlihat dalam permainan pesi karet yang mempertemukan tim pemerintah daerah dengan peserta dari komunitas dan masyarakat setempat.

Sorak-sorai warga yang memadati lokasi kegiatan mengiringi setiap perlombaan. Semangat sportivitas dan kebersamaan pun menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mengapresiasi KPOTI NTT, Komunitas Baibereun Lembata, panitia, Pemerintah Desa Dulitukan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurut dia, permainan rakyat tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat persaudaraan.

“Permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat sportivitas, serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan satu tangki air bersih kepada masyarakat Desa Dulitukan.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses air.

“Saya datang membawa satu tangki air untuk masyarakat di sini dan juga untuk adik-adik semua. Terima kasih kepada panitia. Kegiatan ini luar biasa karena mengingatkan kita pada permainan masa kecil yang penuh kebersamaan,” kata Kanisius.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

“Mari kita terus lestarikan warisan budaya ini. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ketua Yayasan PLAN, pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Kapolsubsektor Ile Ape, Kepala Desa Dulitukan, tokoh adat, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, serta ratusan peserta dan warga.

Melalui parade tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap permainan rakyat dan olahraga tradisional dapat terus berkembang sebagai sarana edukasi budaya.

Selain memperkuat kebersamaan dan gotong royong, permainan tradisional diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Red)

Berikut Sebelumnya