Bupati TTU Terima 251 Mahasiswa Unwira untuk KKN di 17 Desa, Fokus Pemberdayaan Masyarakat
LIPUTAN TIMOR, KEFAMENANU - Sebanyak 251 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang resmi memulai pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Para mahasiswa diterima langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., dalam seremoni yang digelar di Alun-alun Kantor Bupati TTU, Jumat (17/7/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalankan KKN di 17 desa yang tersebar pada enam kecamatan di wilayah Kabupaten TTU. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan membawa berbagai gagasan dan inovasi yang diharapkan mampu mendukung pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Bupati Yosep Kebo menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika kehidupan masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Ia mengajak seluruh peserta KKN membangun sinergi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa diminta menghormati adat istiadat, budaya lokal, dan nilai-nilai sosial yang telah menjadi identitas masyarakat Timor Tengah Utara.
"Jadikan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Bangun komunikasi yang baik, ciptakan inovasi, dan tinggalkan program yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," pesannya.
Melalui penempatan di berbagai desa, mahasiswa FEB Unwira diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas usaha desa, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten TTU optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menjadi salah satu penggerak percepatan pembangunan berbasis potensi lokal. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan solusi atas berbagai tantangan di desa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan memecahkan persoalan di lapangan.
Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan karya nyata yang memberi dampak positif bagi kemajuan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Red)


