Bupati Belu Willy Lay Serahkan 2 Traktor Besar, Dorong Petani Lewalutolus Tingkatkan Produksi untuk Program MBG
LIPUTAN TIMOR, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu terus mempercepat modernisasi sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah itu diwujudkan melalui penyerahan dua unit traktor besar kepada kelompok tani di Desa Lewalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat.
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, pada Jumat (17/7), juga disertai pemberian sertifikat kepada empat operator traktor yang akan bertugas mengoperasikan alat pertanian tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Willy Lay menegaskan bahwa traktor yang diberikan merupakan aset bersama seluruh petani di Desa Lewalutolus. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara kolektif agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kelompok tani perlu membangun sistem pengelolaan yang baik, termasuk melalui mekanisme iuran pengguna. Dana tersebut nantinya digunakan untuk biaya operasional, seperti pembelian bahan bakar, penggantian oli, perawatan, hingga honor operator.
"Kalau alat ini dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan seluruh petani. Jangan sampai bantuan hanya menjadi pajangan tanpa digunakan secara maksimal," kata Willy Lay.
Ia juga menargetkan seluruh lahan yang selama ini belum dimanfaatkan di Desa Lewalutolus dapat mulai diolah dalam satu hingga dua bulan ke depan menggunakan traktor tersebut.
Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat persiapan musim tanam sekaligus meningkatkan luas lahan produktif.
Selain mendorong peningkatan produksi padi, Bupati Belu mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat.
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan program tersebut membuka pasar baru bagi petani lokal.
Ia mendorong petani untuk melakukan diversifikasi usaha dengan menanam berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran, pepaya, dan pisang yang memiliki potensi dipasok ke dapur MBG.
"Program MBG menjadi peluang bagi petani untuk memperoleh pasar yang lebih pasti. Jangan hanya bergantung pada satu jenis tanaman, tetapi manfaatkan peluang dengan menanam komoditas yang dibutuhkan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Willy Lay juga menyoroti potensi ekonomi kreatif masyarakat, khususnya para penenun di Desa Lewalutolus.
Ia menilai motif tenun lokal memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang tinggi apabila didukung peningkatan kualitas produksi.
Karena itu, ia mendorong para penenun mengikuti pelatihan pewarnaan alami agar produk tenun memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing pada berbagai festival maupun pasar yang lebih luas.
Bantuan traktor tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Sinar Lalosuk dan Kelompok Tani Langkah Bersama, sementara empat operator menerima sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi mereka dalam mengoperasikan alat pertanian modern.
Melalui dukungan mekanisasi pertanian dan pengembangan potensi ekonomi desa, Pemerintah Kabupaten Belu berharap produktivitas pertanian meningkat, pendapatan petani bertambah, serta kesejahteraan masyarakat desa semakin kuat.
(Red)


