Pemprov NTT Dorong PT KIB Bolok Perkuat Bisnis, Efisiensi Anggaran, dan Layanan Investor
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) memperkuat kinerja perusahaan melalui pengembangan bisnis, efisiensi anggaran, peningkatan pelayanan investor, serta percepatan penyelesaian persoalan aset dan perizinan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Kawasan Industri Bolok yang digelar di Hotel Sasando Kupang, Jumat (4/9/2026).
RUPS dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan dihadiri jajaran Direksi serta Dewan Komisaris PT Kawasan Industri Bolok.
Dalam forum tersebut, Pemprov NTT menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kinerja perusahaan agar PT Kawasan Industri Bolok dapat berkembang menjadi kawasan industri yang lebih kompetitif.
Penguatan kawasan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi, mendorong aktivitas ekonomi, sekaligus memperbesar kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah.
Bahas Rencana Bisnis 2026
RUPS membahas sejumlah agenda, mulai dari laporan tahunan PT Kawasan Industri Bolok Tahun Buku 2025, rencana bisnis perusahaan 2026, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Buku 2026, hingga penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Dalam penyampaian laporan tahunan Tahun Buku 2025, RUPS menerima dan menyetujui laporan tersebut dengan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti Direksi.
Memasuki pembahasan rencana bisnis 2026, perusahaan menetapkan sejumlah prioritas. Di antaranya memperkuat kepastian aset dan perizinan, membangun infrastruktur penunjang kawasan, meningkatkan pemasaran dan pelayanan investor, serta memperkuat tata kelola perusahaan dan sumber daya manusia.
Sejumlah infrastruktur juga direncanakan untuk mendukung kesiapan kawasan industri. Infrastruktur tersebut meliputi gudang siap pakai, reservoir air, dan gardu distribusi listrik.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kawasan sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada investor dan calon investor.
Bidik Investor dan Mitra Usaha
Dari sisi pengembangan usaha, Direksi PT Kawasan Industri Bolok melaporkan adanya sejumlah penjajakan kerja sama dengan calon investor dan mitra usaha.
Strategi pemasaran kawasan akan diperkuat melalui pendekatan digital, promosi, kunjungan langsung atau site visit, forum investasi, serta berbagai strategi lainnya untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Pemprov NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap efisiensi pengelolaan anggaran perusahaan.
Penggunaan anggaran diminta lebih proporsional dan diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap pengembangan usaha serta peningkatan pendapatan perusahaan.
Pemerintah daerah turut menekankan agar penyertaan modal daerah yang diberikan kepada PT Kawasan Industri Bolok dapat dimanfaatkan secara produktif, khususnya untuk kegiatan yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
Direksi diminta tetap mengedepankan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan program dan memastikan anggaran digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis.
Diminta Kaji Harga Sewa Kawasan
Selain persoalan aset, infrastruktur, dan pemasaran, Pemprov NTT mendorong PT Kawasan Industri Bolok melakukan kajian terhadap mekanisme penetapan harga sewa kawasan.
Kajian tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan mekanisme yang diterapkan oleh pengelola kawasan industri lainnya.
Langkah itu dinilai penting agar perusahaan memiliki skema harga sewa yang lebih efektif, tetap memperhatikan nilai keekonomian kawasan, sekaligus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov NTT berharap PT Kawasan Industri Bolok dapat meningkatkan daya saing kawasan, mempercepat masuknya investasi, dan memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.
Penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, kepastian aset dan perizinan, serta peningkatan kualitas pelayanan investor menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
(Red)

