Wagub NTT Johni Asadoma Hadiri Raker APPSI, Bahas Strategi Tingkatkan PAD dan Perkuat UMKM
![]() |
| Wagub NTT, Johni Asadoma hadiri Raker APPSI, di Lombok Barat, Kamis (16/07). Foto : Dok. Redaksi |
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menghadiri Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang digelar di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).
Rapat kerja yang dihadiri para gubernur dan wakil gubernur dari seluruh Indonesia tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kapasitas fiskal, mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kehadiran Wagub Johni Asadoma dalam forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus memperkuat kerja sama lintas daerah, meningkatkan kemandirian fiskal, serta mengembangkan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.
Raker APPSI dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Bima Arya Sugiarto. Dalam arahannya, Bima menekankan pentingnya pemerintah daerah melakukan optimalisasi berbagai sumber penerimaan daerah, salah satunya melalui pengelolaan Pajak Air Permukaan (PAP).
Menurutnya, pengelolaan PAP tidak semata-mata bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga harus menjadi bagian dari reformasi tata kelola sumber daya air yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Optimalisasi Pajak Air Permukaan perlu didukung dengan tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi, serta sistem pengawasan yang akurat agar penerimaan daerah dapat meningkat secara proporsional,” menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam forum tersebut.
Wamendagri juga mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan digitalisasi alat ukur pengambilan air, memperkuat sistem pengawasan, serta menyempurnakan mekanisme pembagian hasil berdasarkan kondisi wilayah seperti panjang sungai dan luas daerah tangkapan air.
Selain sektor fiskal, Bima Arya menyoroti pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia meminta pemerintah provinsi terus membangun ekosistem UMKM melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan akses pembiayaan, penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan kemitraan, hingga percepatan transformasi digital.
Menurutnya, UMKM yang kuat dan berdaya saing akan memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri juga memaparkan sejumlah strategi peningkatan PAD, di antaranya melalui pengelolaan anggaran yang efektif, optimalisasi aset daerah, peningkatan investasi, penguatan tata kelola BUMD dan BLUD, serta pembangunan tata ruang yang terintegrasi.
Sementara itu, Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa APPSI menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi untuk memperkuat kolaborasi dan mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.
Ia menegaskan komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub NTT Johni Asadoma didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi Nange, Sekretaris BPAD Provinsi NTT Florianus Napal, serta Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda Provinsi NTT Patrik Neonbeni.
Melalui keikutsertaan dalam Raker APPSI, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian daerah melalui peningkatan PAD, pengelolaan sumber daya yang optimal, serta pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat. (Red)


