Hadiri Kongres PMKRI di Ruteng, Gubernur Melki Dorong Kader Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

LIPUTAN TIMOR, RUTENG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan kolaboratif dan penguatan ekonomi kerakyatan. 

Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu melahirkan gagasan yang tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Kongres XXXIV dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Santo Thomas Aquinas di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (20/7).

Di hadapan ratusan peserta kongres dari berbagai daerah di Indonesia, Melki menegaskan bahwa setiap kader PMKRI perlu memiliki perspektif nasional dan global, namun tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

"PMKRI harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat. Cara berpikir boleh luas, tetapi gerakan harus memberikan solusi bagi daerah," ujarnya.

Dalam paparannya, Melki menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah menjalankan semangat pembangunan melalui gerakan Ayo Bangun NTT, yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah pusat. 

Pendekatan tersebut diterapkan dalam pelaksanaan 10 Program Dasa Cita Melki-Johni yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai keterbatasan fiskal daerah justru menjadi alasan penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar setiap program pembangunan memiliki dampak nyata serta sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Selain menyoroti aspek kepemimpinan, Melki juga menekankan pentingnya membangun ekonomi kerakyatan yang berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. 

Menurutnya, koperasi, usaha bersama, dan pemberdayaan komunitas harus menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kader PMKRI didorong tidak hanya aktif dalam advokasi kebijakan dan isu-isu politik, tetapi juga menjadi pelopor lahirnya berbagai inovasi ekonomi berbasis potensi lokal di setiap daerah.

"Anak muda harus menjadi inovator, wirausahawan, sekaligus pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kewirausahaan memiliki peluang besar untuk dikembangkan di NTT," kata Melki.

Pada bagian akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh kader PMKRI menjaga semangat persaudaraan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam mengabdi kepada masyarakat.

Senada dengan Gubernur, Anggota DPD RI asal NTT Angelo Wake Kako mengingatkan bahwa PMKRI perlu memperluas bentuk pengabdian melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. 

Mantan Ketua Presidium PP PMKRI itu menilai keberpihakan kepada masyarakat kecil harus diwujudkan melalui program-program yang berdampak langsung.

Angelo juga mendorong penguatan badan-badan semi otonom PMKRI sebagai ruang pengembangan kapasitas kader, terutama dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan. 

Dengan demikian, organisasi tidak hanya melahirkan kader yang kritis terhadap persoalan sosial dan politik, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai inisiatif produktif. (Red)

Previous Post