Gubernur NTT Ajak Orang Muda Katolik Jadi Pelopor Literasi, Penggerak Ekonomi dan Aktif Bangun Bangsa
![]() |
| Gubernur NTT, Melki Laka Lena ketika hadiri penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (5/7/2026). |
LIPUTAN TIMOR, MAUMERE - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Orang Muda Katolik (OMK) untuk menjadi pelopor gerakan literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial dan politik sebagai bagian dari upaya membangun daerah, bangsa, dan Gereja.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (5/7/2026).
Mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja", kegiatan tersebut mempertemukan ribuan Orang Muda Katolik dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara sebagai wadah pembinaan iman, kepemimpinan, serta penguatan peran kaum muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Keuskupan Maumere, panitia, relawan, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan Nusra Youth Day III.
Ia berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk terus berkarya bagi Gereja maupun masyarakat.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Gereja, relawan, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Saya berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk terus berkarya bagi Gereja, masyarakat, dan daerahnya," kata Gubernur.
Menurutnya, kaum muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, melainkan harus tampil sebagai pelaku perubahan dengan membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui keterlibatan dalam kehidupan sosial dan politik.
"Kehidupan bersama ditentukan juga oleh siapa yang mengambil bagian dalam kehidupan politik. Mari membawa semangat Katolik dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan," ujarnya.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya membangun budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Ia mengajak OMK menjadi motor penggerak Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang saat ini terus didorong Pemerintah Provinsi NTT melalui pelaksanaan belajar bersama setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.
"Saya mengajak seluruh Orang Muda Katolik menjadi pelopor gerakan literasi di lingkungan masing-masing. Mari bersama-sama kita sukseskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat demi melahirkan generasi NTT yang semakin cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," tuturnya.
Di bidang ekonomi, Melki Laka Lena juga mendorong generasi muda untuk berani menjadi wirausahawan dengan memanfaatkan potensi daerah serta berbagai program pembiayaan pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia menjelaskan, pengembangan kewirausahaan sejalan dengan program penguatan ekonomi kerakyatan yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTT melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), pengembangan UMKM, dan perluasan akses pemasaran melalui NTT Mart.
"Jadilah pengusaha. Rumah kita bersama, mari kita bangun bersama. Teruslah menjadi anak muda yang produktif," pesannya.
Rangkaian penutupan Nusra Youth Day III diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Maximus Regus, didampingi sejumlah uskup dari wilayah Nusa Tenggara.
Dalam homilinya, Mgr. Maximus Regus menegaskan bahwa berakhirnya Nusra Youth Day bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perutusan baru bagi Orang Muda Katolik untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan kaum muda agar tidak takut menghadapi tantangan zaman, termasuk krisis identitas, kelelahan batin, dan apatisme sosial.
"Dunia tidak berubah dengan komentar di media sosial. Dunia berubah ketika orang muda turun tangan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Kepemudaan, Romo Dus Bone, mengatakan Nusra Youth Day III menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus komitmen kaum muda untuk semakin aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
Pada penutupan kegiatan juga diumumkan bahwa Keuskupan Labuan Bajo dipercaya menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV yang akan diselenggarakan pada 2030.
Berakhirnya Nusra Youth Day III diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk kembali ke keuskupan masing-masing dengan semangat baru sebagai pelopor literasi, penggerak ekonomi, penjaga persaudaraan, serta agen perubahan bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (Red)


