Yosef Lede di Hadapan Banggar DPR RI: Kabupaten Kupang Siap Hilirisasi, Butuh Dukungan Pusat
![]() |
| Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H., saat pertemuan bersama Banggar DPR RI di Labuan Bajo, Jumat (03/07). Foto : Dok. Redaksi |
LIPUTAN TIMOR, LABUAN BAJO - Bupati Kupang Yosef Lede memanfaatkan pertemuan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Labuan Bajo untuk menyuarakan harapan masyarakat Kabupaten Kupang agar pemerintah pusat memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah dalam mengelola dan mengolah potensi sumber daya alamnya sendiri.
Dalam forum yang dihadiri pimpinan Banggar DPR RI, kepala daerah se-Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sejumlah pejabat pemerintah pusat, Yosef menegaskan Kabupaten Kupang memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah, mulai dari jagung, ternak, pinang, garam hingga sektor pariwisata.
Menurutnya, potensi tersebut harus didorong melalui kebijakan hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Kabupaten Kupang memiliki potensi yang besar. Yang kami inginkan bukan sekadar menjadi pemasok bahan baku, tetapi diberi kesempatan mengolahnya sendiri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Yosef, Jumat (3/7).
Ia mengatakan, selama ini banyak komoditas unggulan dari Kabupaten Kupang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati di luar daerah.
Karena itu, pembangunan industri pengolahan di daerah dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.
Menurut Yosef, hilirisasi tidak hanya akan meningkatkan nilai jual komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.
"Ini bukan semata-mata soal anggaran, tetapi bagaimana daerah diberi kesempatan berkembang dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki," katanya.
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Tim Banggar DPR RI, Wihadi Wijanto, dan dihadiri 18 anggota Banggar, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, para bupati dan wali kota se-NTT, serta perwakilan Bank Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengajak seluruh kepala daerah di NTT memperjuangkan kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada daerah kepulauan.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Pernyataan Bupati Yosef Lede mendapat perhatian dalam forum tersebut karena menekankan pentingnya hilirisasi sebagai langkah strategis agar Kabupaten Kupang tidak hanya menjadi penghasil komoditas, tetapi juga mampu mengolah dan meningkatkan nilai tambah hasil produksinya di daerah. (Red)


