Wagub NTT Tutup Piala Tidar U-10 dan U-12, Tekankan Pentingnya Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
![]() |
| Wagub NTT Johni Asadoma dorong pembinaan Pesepak Bola muda berprestasi, Kamis (25/06). Foto : Dok. Redaksi |
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi menutup Kejuaraan Sepak Bola Piala Tidar Kelompok Umur (KU) U-10 dan U-12 di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Kamis (25/6/2026).
Penutupan kejuaraan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembinaan atlet sepak bola sejak usia dini.
Kejuaraan yang diikuti klub-klub sepak bola dari berbagai kabupaten dan kota di NTT itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaring bibit-bibit pemain muda yang diproyeksikan mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat juang, sportivitas, dan disiplin selama mengikuti pertandingan.
Ia mengingatkan para pemain muda bahwa kesuksesan di dunia sepak bola hanya dapat diraih melalui latihan yang konsisten dan kerja keras.
"Kalau adik-adik mengagumi Messi, Ronaldo, Neymar, Haaland, dan pemain-pemain dunia lainnya, maka jalan untuk menjadi seperti mereka adalah dengan rajin berlatih. Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras, disiplin, ketekunan, dan latihan yang dilakukan secara konsisten setiap hari," ujarnya.
Menurut Johni, kompetisi seperti Piala Tidar memiliki peran strategis dalam membangun fondasi sepak bola usia dini di NTT.
Turnamen yang digelar secara berkelanjutan memberikan kesempatan bagi pemain untuk mengasah kemampuan teknik, memperkuat mental bertanding, sekaligus mengevaluasi hasil latihan.
Ia juga mendorong para pemain untuk terus belajar dari pesepak bola dunia dengan mempelajari teknik permainan mereka dan menerapkannya melalui latihan yang disiplin.
Tak hanya kepada para atlet muda, Wakil Gubernur juga mengajak orang tua agar terus mendukung pengembangan bakat anak-anak di bidang olahraga.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet yang mampu berprestasi.
"Saya yakin dari Nusa Tenggara Timur akan lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Karena itu mari kita terus mendukung anak-anak agar bakat dan energi positif mereka berkembang melalui olahraga," katanya.
Kepada para juara, Johni berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diraih, menurutnya, harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar pencapaian yang lebih tinggi.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Tidar, panitia pelaksana, Asprov PSSI NTT, para pelatih, orang tua, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen.
Ia berharap Piala Tidar dapat menjadi agenda rutin dalam pembinaan sepak bola usia dini di NTT.
Sebagai motivasi bagi peserta, Johni turut membagikan pengalamannya saat menjadi atlet tinju di masa muda.
Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa disiplin, kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah merupakan modal utama untuk meraih prestasi.
Pada kategori U-12, Tunas Muda dari Kota Kupang keluar sebagai juara pertama setelah mengungguli Kodam Nusantara dari Flores Timur.
Posisi ketiga diraih Keloba dari Flores Timur, sedangkan PERSESBA Sumba Barat menempati peringkat keempat.
Sementara pada kategori U-10, Buyant dari Kota Kupang berhasil menjadi juara, disusul Starball di posisi kedua, Putra Kenari dari Alor di posisi ketiga, dan SD IT Kota Kupang di peringkat keempat.
Untuk penghargaan individu, Vairus Qurunul Bahy dari Kodam Nusantara dinobatkan sebagai top scorer U-12, sedangkan Pipo Sanda dari Tunas Muda terpilih sebagai pemain terbaik U-12.
Di kategori U-10, gelar top scorer diraih Azka Alfatih dari Putra Kenari, sementara Beckam Besi dari Bucfos FC terpilih sebagai pemain terbaik.
Melalui penyelenggaraan Piala Tidar, Pemerintah Provinsi NTT berharap pembinaan sepak bola usia dini semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi atlet yang berkarakter, berprestasi, serta siap membawa nama Nusa Tenggara Timur bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Red)


