Jembatan Ambruk di Jalur Trans Timor, Wagub NTT Pastikan Penanganan Darurat Segera Dilakukan
LIPUTAN TIMOR, OELAMASI - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung lokasi ambruknya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 38 Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis siang.
Jembatan tersebut merupakan bagian vital Jalur Trans Timor yang menghubungkan Kupang dengan Soe, Kefa, Atambua, Malaka, hingga Timor Leste.
Dalam peninjauan itu, Wagub didampingi Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.
Wagub menegaskan bahwa kerusakan jembatan cukup parah sehingga tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
“Dalam keadaan seperti ini, negara harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.
Pemerintah provinsi bersama instansi terkait segera menyiapkan penanganan darurat. BPJN NTT menyiapkan pembukaan jalur alternatif melalui metode cross way di sisi jembatan, sekaligus pembangunan jembatan darurat di sisi hilir.
“Kondisi tanah memungkinkan sehingga diharapkan jalur darurat dapat segera difungsikan,” kata Janto. Pembangunan jalur alternatif darurat ditargetkan rampung dalam 3–5 hari ke depan.
Selain jembatan, ditemukan pula pipa air yang patah di lokasi kejadian, berpotensi mengganggu distribusi air bersih bagi warga sekitar. Penanganan pipa juga tengah dilakukan.
Berdasarkan laporan warga dan aparat TNI, retakan pada jembatan mulai terlihat sejak Rabu sore (25/3) dan memburuk hingga Kamis dini hari.
Sebelum jembatan ambrol total, warga dibantu aparat sempat mengevakuasi sepeda motor melewati retakan.
Wagub juga meninjau jalur alternatif sementara melalui Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang.
Jalur ini masih dapat dilalui, namun hanya untuk kendaraan roda dua dan roda empat kecil karena melewati jembatan kayu tua.
Wagub menyampaikan apresiasi kepada Polres Kabupaten Kupang dan Brigif 21 Komodo yang telah membantu pengamanan lokasi serta pengaturan arus lalu lintas.
Untuk penanganan permanen, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan melakukan perencanaan ulang karena ruas ini termasuk jalan nasional.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan akses darurat segera terbuka agar mobilitas masyarakat kembali normal. (Red)

