Melki Laka Lena Apresiasi Presiden Prabowo dan Menkes atas Program PPDS untuk Daerah 3T
LIPUTAN TIMOR, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menghadiri Orientasi Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit di Auditorium Dr. J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (25/2/2026).
Program PPDS berbasis rumah sakit (hospital-based) ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memastikan pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pinggiran Indonesia, terutama di kawasan timur seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua yang selama ini masih kekurangan dokter spesialis.
Dalam kesempatan tersebut, Melki menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas kebijakan strategis tersebut.
“Program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit ini sangat dibutuhkan daerah-daerah seperti NTT yang selama bertahun-tahun mengalami kekurangan dokter spesialis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah kini tengah mengubah paradigma pendidikan spesialis. Dokter tidak lagi diposisikan sebagai mahasiswa yang harus menanggung biaya pendidikan tinggi, melainkan sebagai tenaga profesional yang bekerja sambil menjalani pelatihan. Dengan skema ini, peserta memperoleh beasiswa sekaligus penghasilan selama masa pendidikan.
Selain itu, rekrutmen peserta dilakukan berbasis kebutuhan daerah dan mengutamakan putra-putri asli daerah. Skema tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan klasik distribusi tenaga medis nasional, di mana banyak dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa dan kota-kota besar.
Pada batch ketiga program ini, NTT tercatat sebagai provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni tujuh dokter spesialis dari total 58 peserta nasional. Meski demikian, kebutuhan tenaga dokter spesialis di NTT masih sangat besar.
“Hampir semua kabupaten dan kota di NTT masih kekurangan dokter spesialis, baik di ibu kota provinsi maupun rumah sakit daerah,” kata Melki.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk memastikan penempatan dokter dilakukan secara tepat sasaran. Pemprov juga berkomitmen menyiapkan dukungan tambahan agar para dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali dan mengabdi di daerah.
Melki berharap, dengan semakin banyaknya dokter spesialis yang kembali ke NTT, masyarakat tidak lagi harus dirujuk jauh ke luar daerah atau ke Pulau Jawa untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
“Pelayanan kesehatan harus cukup di provinsi, bahkan di tingkat kabupaten. Lebih dekat, lebih terjangkau, dan lebih berkualitas,” tegasnya. (Red)

