FKPTT Gandeng STIKUM Teliti Kehidupan Warga Eks Timor Timur di Indonesia Pascajajak Pendapat 1999
![]() |
| FKPTT-STIKUM Susun Buku Riset tentang Sejarah, Hukum, dan Kehidupan Warga Timor Timur di Indonesia. Foto : Ferdi Tanesib |
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH., MH. untuk melakukan penelitian mengenai kehidupan warga Eks Timor Timur yang menetap di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penelitian bersama untuk penyusunan buku berjudul Potret Kehidupan Warga Timor Timur di Indonesia.
Penelitian ini akan mengkaji perjalanan sejarah, dinamika sosial, aspek hukum, serta proses integrasi warga keturunan Timor Timur di berbagai wilayah Indonesia setelah jajak pendapat 1999.
Ketua Umum FKPTT Eurico Guterres mengatakan, kerja sama dengan kalangan akademisi diperlukan agar perjalanan kehidupan warga Timor Timur di Indonesia dapat terdokumentasi secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Kami ingin menghadirkan gambaran yang utuh dan komprehensif mengenai potret kehidupan warga Eks Timor Timur di Indonesia,” ujar Eurico dalam keterangan terkait kerja sama tersebut.
Menurut dia, keterlibatan akademisi STIKUM diharapkan dapat memberikan perspektif ilmiah sehingga buku yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga dapat menjadi referensi sejarah dan hukum bagi generasi mendatang.
Fokus penelitian
Rektor STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan menyambut positif kerja sama tersebut. Menurut dia, keberadaan warga Timor Timur di Indonesia merupakan bagian dari dinamika sosial dan hukum yang memiliki nilai penting untuk dikaji secara akademis.
Aspek hukum dan integrasi sosial, kata dia, menjadi bagian penting dalam penelitian yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan warga Timor Timur sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan kepastian hukum.
Penelitian akan dilakukan melalui sejumlah metode, antara lain pengumpulan data lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh kunci, serta penelaahan dokumen historis dan regulasi hukum yang berkaitan dengan warga Timor Timur.
Wilayah Timor Barat menjadi salah satu pusat kegiatan penelitian. STIKUM juga akan menambah dukungan peneliti untuk memperkuat proses pengumpulan dan pengolahan data di lapangan.
Libatkan sejumlah peneliti
Proyek penelitian tersebut melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti. Eurico Guterres dan Prof. Dr. Yohanes Usfunan ditunjuk sebagai pengarah atau penanggung jawab umum.
Adapun tim peneliti terdiri atas Assc. Prof. Gregor Neonbasu, SVD, Ph.D. sebagai ketua, Drs. Felisberto Amaral sebagai wakil ketua, serta Drs. Primus Lake, M.Si. sebagai sekretaris.
Sejumlah anggota tim yang terlibat antara lain P. Dr. David Amfotis, SVD, MA; Rm. Drs. Valens Boy, Lic.Bib; P. Drs. Petrus Salu, SVD, MA; dan Dr. Efata Borromeu.
Hasil penelitian nantinya direncanakan diterbitkan dalam bentuk buku ilmiah. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kalangan akademisi, pembuat kebijakan, maupun masyarakat umum untuk memahami sejarah dan dinamika kehidupan warga Timor Timur di Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, FKPTT dan STIKUM berharap dokumentasi mengenai perjalanan warga Eks Timor Timur setelah 1999 dapat tersusun secara lebih komprehensif dengan pendekatan sejarah, sosial, dan hukum. (Ferdi Tanesib)

