Pelatihan LENTERA 2026 di Kupang, 10 SMK di NTT Belajar dan Praktik Fiber Optik

Siswa SMK di NTT Antusias Ikuti Pelatihan Talenta Fiber Optik LENTERA 2026

LIPUTAN TIMOR, KUPANG - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi menggelar Pelatihan Talenta Fiber Optik Nusantara (LENTERA) 2026 di GOR Komitmen, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 19-20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 10 sekolah menengah kejuruan (SMK) di NTT. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai fiber optik, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung berbagai keterampilan teknis.

Salah satu peserta, Aprilia Dewinta Malo dari SMK Negeri 6 Kupang, mengatakan kegiatan LENTERA memberikan pengalaman baru bagi siswa, terutama karena materi yang disampaikan langsung dipraktikkan.

Menurut Aprilia, sejumlah materi mengenai fiber optik sebenarnya sudah diperkenalkan di sekolah. Namun, melalui pelatihan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

"Kegiatan yang diselenggarakan tanggal 19 sampai 20 di GOR Kabupaten Kupang ini sangat bagus," kata Aprilia.

Ia mengaku senang dapat mengikuti pelatihan karena mendapatkan materi yang lebih mendalam dan pengalaman praktik secara langsung.

"Kami di kelas 11 belum belajar tentang fiber optik. Sampai di sini kami belajar mulai penyambungan kabel fiber, mencari kesalahan pada kabel dan masih banyak praktik yang kami lakukan," ujarnya.

Siswa dibagi dalam kelompok

Instruktur sekaligus guru pendamping dari SMK Negeri 6 Kupang, Yosua H. H. Kurniawan, S.T., menilai kegiatan LENTERA 2026 berlangsung secara terstruktur.

Menurut Yosua, rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi, pembukaan, pemberian materi, hingga praktik yang dilakukan para siswa.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup bagus, terstruktur secara rapi mulai dari pertama registrasi, kemudian acara pembukaan, terus kemudian anak-anak diperkenalkan dengan materi, kemudian anak-anak langsung mempraktikkan," kata Yosua.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Para siswa juga mendapat pendampingan dari instruktur ketika melakukan praktik.

"Kegiatan ini dibagi beberapa kelompok. Di sini ada tiga kelompok dengan kami juga dibantu sebagai instruktur, jadi anak-anak langsung terjun praktik," ujarnya.

Yosua menilai metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.

"Jadi tidak hanya teori saja, anak-anak lebih cepat mengerti melalui praktik yang mereka lakukan tersebut selama dua hari," kata Yosua.

Ia pun mengapresiasi pelaksanaan LENTERA karena memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk mengenal lebih jauh teknologi dan keterampilan fiber optik secara langsung.

Pelatihan selama dua hari tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis siswa SMK di bidang infrastruktur digital, khususnya teknologi fiber optik yang menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan telekomunikasi. (Ferdi Tanesib)


Sebelumnya