2.319 Mahasiswa KKN GENTASKIN Batch 2 Diterjunkan ke 100 Desa, Gubernur Melki: Harus Berdampak bagi Masyarakat

LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melepas sebanyak 2.319 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026). 

Para mahasiswa akan diterjunkan ke 100 desa di 13 kabupaten untuk mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Melki menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus memberikan manfaat yang nyata. 

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan di NTT, mulai dari tingginya angka stunting hingga kemiskinan ekstrem, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi.

"Kampus tidak lagi menjadi menara gading. Kehadirannya harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat," kata Melki.

Ia berharap mahasiswa mampu memetakan persoalan di desa secara ilmiah sekaligus menawarkan solusi yang aplikatif. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga didorong untuk meningkatkan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan data pembangunan di tingkat desa.

Program GENTASKIN merupakan implementasi Program Mahasiswa Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 

Di NTT, program tersebut dijalankan oleh LLDIKTI Wilayah XV dengan pendekatan kolaboratif lintas disiplin.

Sebanyak 2.319 mahasiswa dari berbagai program studi dibagi dalam tim multidisiplin agar mampu menangani persoalan secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, penyediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan literasi masyarakat.

Mahasiswa juga akan memperkuat pelayanan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), melakukan digitalisasi pencatatan pertumbuhan balita, memberikan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Melki optimistis pelaksanaan GENTASKIN Batch 2 akan melanjutkan capaian positif pada batch sebelumnya.

"Kami berharap GENTASKIN Batch 2 membawa perubahan yang signifikan di desa-desa sasaran. Kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjawab persoalan masyarakat melalui pengabdian yang berdampak.

Ia mendorong mahasiswa menjadi pemecah masalah selama menjalankan KKN sekaligus menjaga nama baik perguruan tinggi masing-masing. Fauzan juga mengajak seluruh perguruan tinggi di NTT memperkuat kolaborasi melalui konsorsium guna meningkatkan kualitas pendidikan dan mempercepat pembangunan daerah.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, melaporkan KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 berlangsung mulai 9 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan 41 perguruan tinggi, 100 dosen pembimbing lapangan, serta menjangkau 100 desa di 13 kabupaten di NTT.

Melalui program ini, pemerintah berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mempercepat penurunan stunting, mengurangi kemiskinan, serta mendorong terwujudnya pembangunan desa yang lebih sehat, kuat, dan inklusif.

(Red)

Next Post Previous Post