Gubernur NTT Resmikan Langkah KPH Mart, Produk Hutan Siap Tembus Pasar
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong percepatan hilirisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta penguatan jaringan pemasaran melalui KPH Mart guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pameran Produk HHBK dan pembagian anakan gratis kepada masyarakat di arena Car Free Day, Jalan El Tari, Kupang, Sabtu pagi.
Dalam kegiatan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri H.I. Rasyid serta Kepala BPDAS Benain Noelmina Kludolfus Tuames.
Pameran tersebut menampilkan berbagai produk unggulan daerah berbasis hasil hutan bukan kayu, seperti minyak olahan, madu, hingga makanan ringan. Kegiatan ini menjadi sarana promosi sekaligus penguatan ekonomi berbasis kehutanan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTT, Anindia Widaryati, menyampaikan bahwa ratusan anakan tanaman juga dibagikan kepada masyarakat, terdiri dari lengkeng, rambutan, pucuk merah, dan pinang. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki secara simbolis menyerahkan anakan kepada lima perwakilan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong gerakan penghijauan.
“Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekologi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, penguatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta peningkatan produksi HHBK agar mampu bersaing di pasar.
Untuk mendukung pemasaran, Gubernur mengajak seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTT membangun pusat penjualan produk melalui konsep KPH Mart.
Menurutnya, NTT Mart sebagai pusat produk daerah perlu diperkuat dengan kehadiran unit-unit kecil di berbagai wilayah.
“NTT Mart adalah rumah besar produk NTT. Karena itu, kita perlu menghadirkan rumah-rumah kecilnya melalui KPH Mart di berbagai tempat. Kita mulai saja, tidak perlu besar, yang penting dimulai,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi dukungan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Benain dalam penyediaan bibit tanaman bagi masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat menanam sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan ketahanan ekonomi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan sekaligus mengoptimalkan potensi hasil hutan bukan kayu sebagai sumber ekonomi berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (Red)

