Wagub NTT Johni Asadoma Tinjau Jalan Rusak di Rote Ndao, Perbaikan Ditargetkan Rampung 2026
LIPUTAN TIMOR, BA'A - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Jumat (27/3/2026) dengan meninjau dua titik jalan provinsi yang mengalami kerusakan serius.
Dua lokasi yang dikunjungi yakni di Letelangga, Kecamatan Lobalain, serta di Nggelak, Kecamatan Rote Barat Laut. Di Letelangga, Wagub Johni meninjau langsung kondisi jalan yang rusak sekaligus berdialog dengan warga yang terdampak.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sem Ndun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk setelah pembangunan tembok penahan.
“Sejak dahulu tidak pernah terjadi kejadian seperti ini. Namun setelah dibangun tembok penahan, kondisi jalan justru menjadi seperti sekarang. Kemungkinan ada air yang tertahan karena tidak adanya saluran pembuangan, sehingga tanah menjadi tidak stabil,” ujarnya.
Menurutnya, struktur tanah yang miring serta posisi jalan yang berada di dekat bukit memperbesar risiko longsor akibat adanya sumber air dari bagian atas yang tidak teralirkan dengan baik.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas jalan di Nggelak yang merupakan akses utama penghubung wilayah Rote Barat Laut, Rote Barat, dan Rote Barat Daya. Jalur ini juga menjadi akses vital menuju destinasi wisata unggulan Pantai Nemberala.
Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTT, Frederik Kiuk, menjelaskan bahwa pemerintah segera melakukan proses tender perbaikan jalan tersebut.
“Proses tender direncanakan berlangsung sekitar bulan Mei, dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh dengan penyesuaian struktur tanah agar lebih kokoh dan tahan lama,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Johni menegaskan pentingnya percepatan penanganan mengingat kondisi jalan yang terus mengalami pengikisan serta perannya sebagai akses vital masyarakat dan pariwisata.
Ia juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor. Bagi masyarakat yang terdampak langsung, pemerintah menyarankan untuk sementara waktu menempati lokasi relokasi yang telah disiapkan.
“Kami sarankan warga yang terdampak untuk sementara tinggal di tempat relokasi selama satu hingga dua tahun, sampai kondisi benar-benar aman setelah perbaikan selesai,” ujar Johni.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan penanganan infrastruktur di wilayah tersebut menjadi prioritas, guna menjaga keselamatan warga sekaligus mendukung konektivitas dan sektor pariwisata di Rote Ndao. (Red)

