Ketua PMKRI Cabang Kupang Clara Yunita Tefa Tegaskan Sikap Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Aksi “Ayo Bersatu Jaga Republik”
LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, Clara Yunita Tefa, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mengawal setiap kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Clara dalam kegiatan One Piece bertajuk “Ayo Bersatu Jaga Republik”, yang berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) di depan Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam orasinya, Clara mengingatkan bahwa kemerdekaan dan kehidupan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa yang telah mengorbankan air mata, darah, bahkan nyawa demi mempertahankan tanah air.
"Hari ini kita berdiri di atas tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan berada di bawah langit yang sama. Semua yang kita nikmati hari ini merupakan berkat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan air mata dan darah demi mempertahankan tanah yang kita pijak," tegas Clara.
Ia mengatakan, setiap program yang dijalankan pemerintah pada dasarnya tentu memiliki niat baik untuk membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurutnya, setiap kebijakan dengan ambisi besar harus disertai evaluasi menyeluruh agar pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan awal.
Clara menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian target program, tetapi juga harus membangun kerja sama kolektif, membuka ruang kritik, serta bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Program-program yang memiliki ambisi besar harus diimbangi dengan kerja sama yang baik, kesiapan untuk dievaluasi, keberanian menerima kritik, dan kemauan mendengarkan pendapat siapa saja. Karena itu, program yang diklaim akan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia harus dievaluasi secara menyeluruh," ujarnya.
Lebih lanjut, Clara menyatakan PMKRI mendukung program pemerintah sepanjang pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, pihaknya tidak akan tinggal diam apabila dalam implementasinya ditemukan praktik-praktik yang justru menguntungkan kelompok tertentu atau membuka ruang bagi kepentingan oligarki.
"Kami mendukung penuh program pemerintah apabila benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat. Tetapi, jika dalam penerapannya ada pihak-pihak yang bermain dan berusaha mengambil keuntungan dari program tersebut, maka hal itu harus dikritisi," tegasnya.
Ia juga menyoroti ancaman oligarki yang dinilai dapat menggerus kepentingan publik dan merusak semangat demokrasi. Menurut Clara, Indonesia bukan dibangun oleh sekelompok orang atau kepentingan tertentu, melainkan melalui perjuangan kolektif seluruh elemen bangsa.
"Negara ini bukan terbentuk dari perjuangan sekelompok orang. Indonesia ada karena para pendahulu berjuang secara kolektif. Karena itu, siapa pun yang berusaha merusak persatuan dan kesatuan bangsa, kami akan berdiri di garda terdepan untuk menjaganya," ungkap Clara.
Menutup orasinya, Clara menegaskan bahwa PMKRI Cabang Kupang akan tetap berdiri bersama masyarakat, khususnya kelompok yang mengalami ketidakadilan dan penindasan.
Ia menegaskan, PMKRI memosisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sekadar pendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan.
"Posisi kami jelas. Kami adalah mitra pemerintah yang akan terus mengawal setiap kebijakan, memberikan kritik, serta menyampaikan masukan demi terciptanya pemerintahan yang lebih baik dan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat," tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMKRI Cabang Kupang menegaskan bahwa menjaga Republik bukan hanya tentang mempertahankan persatuan, tetapi juga memastikan kekuasaan tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat. (Ferdi)




