Solor Watan Lema Akan Melaksanakan Musyawarah Lamaholot

LIPUTAN TIMOR, KOTA KUPANG - Solor Watan Lema sepakat menggelar Musyawarah Lamaholot Kupang pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk merawat kembali ikatan emosional dan kekerabatan masyarakat Lamaholot yang berasal dari Watan Solor, Watan Adonara, Watan Flotim Daratan, Watan Lembata, dan Watan Alor.

Kesepakatan tersebut lahir dari rapat persiapan yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 10.20 hingga 12.30 WITA, bertempat di Kantor Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT. 

Rapat berlangsung secara informil dengan suasana diskusi terbuka, menitikberatkan pada masa depan Lamaholot serta pentingnya penataan kembali organisasi melalui mekanisme Musyawarah Lamaholot.

Dalam rapat itu disepakati bahwa Musyawarah Lamaholot akan menjadi forum utama untuk memilih Ketua dan Pengurus Lamaholot yang baru. 

Pengurus terpilih nantinya diberi mandat untuk melengkapi berbagai perangkat organisasi, antara lain Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), pembentukan Dewan Penasihat, pengurusan badan hukum, serta kelengkapan administrasi organisasi lainnya.

Selain itu, panitia MUBES Lamaholot yang sebelumnya dipimpin oleh Ama Robert Rayawulan secara resmi disederhanakan namanya menjadi Tim Musyawarah Lamaholot, agar lebih praktis dan efektif dalam menjalankan tugas-tugas persiapan.

Rapat juga menyepakati bahwa Musyawarah Lamaholot akan diikuti oleh 100 peserta sebagai perwakilan Watan Lema. 

Masing-masing Watan mengutus 20 orang yang terdiri dari unsur laki-laki dan perempuan, dengan keterwakilan tokoh adat/orangtua, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Hasil rapat tersebut kemudian disampaikan kepada Ketua Lamaholot Kupang, Dr. Jhon Kotan, dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026, pukul 16.00 WITA, di kediamannya. Dalam pertemuan itu, sejumlah keputusan penting berhasil ditetapkan.

Pertama, Musyawarah Lamaholot Kupang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Kedua, jumlah peserta ditetapkan sebanyak 100 orang, yang merupakan utusan dari lima Watan, yakni Adonara, Solor, Lembata, Flotim Daratan, dan Alor, masing-masing mengirimkan 20 orang.

Ketiga, setiap Watan akan mengutus satu orang untuk duduk dalam Tim Formatur bersama Ketua Lamaholot demisioner, Dr. Jhon Kotan. Tim Formatur bertugas menggodok calon Ketua, unsur pimpinan, serta menyusun komposisi Pengurus Lamaholot yang baru.

Keempat, peserta Musyawarah Lamaholot merupakan para formatur yang menjadi delegasi resmi dari masing-masing Watan.

Kelima, lokasi pelaksanaan musyawarah direncanakan bertempat di Rumah Makan Celebes, dengan alternatif kedua di Aula Kwarda Pramuka NTT. Koordinasi tempat dipercayakan kepada Ama Lukman Hakim.

Keenam, setiap Watan disepakati memberikan kontribusi sebesar Rp2.000.000 guna mendukung kebutuhan konsumsi dan pembiayaan kegiatan lainnya.

Ketujuh, masing-masing Watan diminta segera mengirimkan daftar 20 nama peserta sebelum pelaksanaan kegiatan.

Dari hasil rapat pada Minggu, 11 Januari 2026, juga menyepakati susunan awal kepanitiaan pelaksana Musyawarah Lamaholot. Dalam rapat tersebut, Sinun Petrus Manuk ditunjuk sebagai Ketua Panitia Musyawarah Lamaholot, Rudi Tokan sebagai Sekretaris, serta dilengkapi dengan beberapa seksi sesuai kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan.

Musyawarah Lamaholot ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menata kembali organisasi Lamaholot secara lebih tertib, legal, dan representatif, sekaligus memperkuat persatuan serta semangat kebersamaan Watan Lema di Kota Kupang dan sekitarnya.

Adapun peserta diskusi pada 10 Januari 2026 terdiri dari:

Ama Lukas Pusi Kein (Solor), Ama Lukman Hakim (Solor), Ama Jhon Sason Helan (Adonara), Ama Baharudin Hamzah (Adonara), Ama Lamber Ara Tukan (Adonara), Ama Robert Rayawulan (Flotim Daratan), Ama Frans Kelen (Flotim Daratan), Ama Daniel Hurek (Lembata), Ama Pieter Manuk (Lembata), Ama Rusydi Saleh Maga (Alor), dan Ama Martin (Adonara). (*)

Next Post Previous Post